Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro Lakukan Pencarian Korban Perahu Terguling.

BOJONEGORO, MEDGO.ID — Kecelakaan Lalu Lintas Air (Laka Air) terjadi di Penyeberangan melintasi Bengawan Solo yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro menuju ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, yang berada di samping timur Pembangunan Jembatan Kanor – Rengel (Ka-Re).

Laka air adalah tergulingnya perahu (numplek, Jawa red) berpenumpang diperkirakan sebanyak 23 orang itu, juga bersamaan dengan puluhan sepeda motor dan sepeda onthel itu, terjadi Rabu (3/11/2021) sekira pukul 08:30 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardian Orianto membenarkan adanya kejadian perahu penumpang terguling di Tambangan yang melintasi Bengawan solo dari wilayah Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro menuju ke wilayah Kecamatan Rengel, Kabuapaten Tuban itu.

Data yang berhasil dihimpun dari Info Fire dan Rescue Bojonegoro menyebutkan, data yang tersiar sebelumnya 30 orang kemudian ada data 23 orang dan data terakhir penumpang perahu terguling itu, ada sekitar 11 (sebelas) orang, dan terdapat sepeda motor 11 unit yang ikut tenggelam.

Hingga hari ini, Rabu (3/11//2021) sekira pukul 12:22 WIB, sudah ditemukan 8 orang, yakni, yang 6 orang di sekitar Tambangan Dusun Gemblo, Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban dan korban dilarikan ke Puskesmas Rengel. Sedangkan 2 orang ditemukan di seputaran Tambangan Semambung, Kecamatan Kanor. Jadi ada 8 orang yang ditemukan selamat dan kemungkinan ada 3 orang yang dinyatakan belum ditemukan.

Hingga berita ini diunggah, data masih simpang siur dan masyarakat bisa menunggu upade perkembangan pencarian korban perahu penumpang tenggelam di tambangan Kanor – Rengel (Ka-Re) tersebut.

(Choe/Reka)

Leave a Reply