Polres Kota Kediri Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Tujuh Siswa SD.

KOTA KEDIRI, Medgo.ID – Perbuatan yang tidak terpuji bagi seorang oknum Guru yang di duga melakukan perbuatan pencabulan, dimana oknum seorang Guru pendidik tersebut melakukan perbuatan tidak terpuji kepada tujuh siswa SD Negeri Di Kota Kediri sejak 2021.

Terjadi gelombang aksi demo dari pergerakan Aliansi masyarakat sebagai sosial kontrol di Kota Kediri atas perkara ini mulai menunjukkan keseriusan dari penegak hukum kepolisian Resort Kota Kediri.

AKP Tomy Prambana selaku Kasat reskim Polres Kota Kediri ditemui awak media, Jum’at ( 29/7/2022) mengatakan Tersangka IM telah diamankan bersama barang bukti baju siswi dan patung anatomi tubuh manusia. IM mengakui telah melakukan perbuatan sejak Juli 2021 hingga Juli 2022.

“Jadi yang bersangkutan ini mengadakan semacam bimbel kepada anak-anak ini tadi dan meminta bantuan anak-anak ini tadi untuk mengisi nilai dan pada saat itulah dilakukan pencabulan lokasinya di sekolah,” jelas AKP Tomy Prambana.

Hukuman yang menjeratnya mengacu Pasal 82 UU RI nomor 17 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76 e UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau Pasal nomor 6 huruf c UU nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan pasal 64 KUHP.

“Ancaman hukuman paling singkat lima tahun dan maksimal 15 tahun, dengan denda paling banyak lima milyar. Dalam menangani perkara ini, kami juga berkoordinasi dengan Peksos dan DP3AP2KB,” ucap AKP Tomy Prambana.

Kasat Reskim Polres Kota Kediri mengatensi terhadap kasus-kasus anak seperti ini dan menghimbau kepada para orang tua dan masyarakat agar jangan segan-segan untuk melaporkan kepada Polres Kediri Kota apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana kekerasan seksual atau pencabulan terhadap anak di Kota Kediri.

Ahris Hidayah SIp. SH. selaku Kasubag PPA FKBN Kediri Raya dan Moch. Rifai Ketua TRCPPA mengapreasi tinggi atas kinerja Penegak Hukum Polres Kota Kediri.

” Apapun bentuk kriminalitas perempuan dan anak di Kediri Raya, bersama rekan relawan lainnya sepakat akan kami layani sepenuh hati dan memberi bantuan hukum bilamana dibutuhkan. Kami bu akan selalu hadir untuk itu demi kebaikan bersama.” ucap kedua relawan Perlindungan Perempuan dan anak di Kediri Raya.

[Hms/Rudy- Nurayati]